Ketika jawaban ChatGPT terdengar mantap, kita mudah mengira informasinya sudah pasti benar. Padahal, model AI dapat menyusun kalimat yang lancar meski ada bagian yang keliru, belum lengkap, atau sudah tidak berlaku. Karena itu, banyak orang mencari prompt agar ChatGPT mengaku tidak tahu jika informasinya tidak pasti.
Prompt semacam ini berguna untuk mengingatkan AI agar tidak menutup kekosongan informasi dengan tebakan. Namun, tidak ada susunan kata yang dapat menjamin AI selalu mengenali batas pengetahuannya. Anggap prompt sebagai pagar tambahan, bukan alat pemeriksa fakta. Untuk informasi penting, sumber asli tetap perlu dibuka dan diperiksa.
Prompt Singkat agar ChatGPT Menyebut Ketidakpastian
Anda bisa menambahkan instruksi berikut sebelum pertanyaan:

“Jawab berdasarkan informasi yang dapat kamu dukung. Jika data atau konteksnya belum cukup, beri tahu bagian mana yang belum pasti. Jangan mengarang fakta, angka, kutipan, atau sumber. Pisahkan fakta yang diketahui dari dugaan, dan sebutkan apa yang perlu saya periksa sendiri.”
Setelah itu, tulis pertanyaan dengan konteks yang diperlukan. Contohnya: “Saya ingin memahami perubahan fitur aplikasi ini di Indonesia. Jelaskan berdasarkan sumber resmi yang tersedia. Jika belum ada informasi resmi terbaru, katakan demikian dan jangan menyimpulkan ketersediaan untuk semua akun.”
Instruksi ini lebih berguna daripada hanya menulis “jangan halusinasi”. Kata tersebut tidak menjelaskan tindakan yang diharapkan. Dengan menyebut cara menangani kekurangan data—menandai bagian yang belum pasti, memisahkan fakta dari dugaan, dan tidak membuat referensi—Anda memberi arahan yang lebih konkret.
Versi Prompt yang Lebih Lengkap
Untuk riset, pekerjaan, atau topik yang memiliki banyak detail, gunakan versi yang lebih terstruktur. Ganti bagian dalam tanda kurung sesuai kebutuhan:
“Bantu saya menjawab: [pertanyaan]. Konteksnya: [latar belakang dan tujuan]. Utamakan informasi yang memiliki sumber jelas dan masih relevan untuk [negara/periode]. Bedakan fakta, interpretasi, dan perkiraan. Jika ada informasi yang belum dapat dipastikan, sebutkan secara spesifik; jangan mengisi kekosongan dengan tebakan. Jika menggunakan sumber, berikan nama penerbit, judul, tanggal jika tersedia, serta tautan yang benar-benar mendukung klaim. Jika tidak dapat memeriksa sumber atau informasi terbaru, jelaskan batasan itu. Akhiri dengan daftar hal yang masih perlu saya verifikasi.”
Format tersebut membantu karena AI tahu pertanyaannya, alasan Anda bertanya, dan standar jawaban yang diinginkan. Permintaan sumber juga membuat hasil lebih mudah ditelusuri. Meski begitu, daftar tautan dari AI belum otomatis valid. Tautan harus dibuka, halaman penerbitnya diperiksa, dan isi sumbernya dicocokkan dengan klaim yang dibuat.
Kapan Perlu Meminta AI Bertanya Balik?
Sering kali masalahnya bukan model tidak mau mengaku tidak tahu, melainkan informasi awal memang terlalu tipis. Pertanyaan “Apakah ini aman?” tidak menjelaskan benda apa yang dimaksud, untuk siapa, dalam kondisi apa, atau risiko apa yang sedang dipertimbangkan. AI dapat memilih asumsi sendiri lalu menjawab seolah konteks itu benar.
Tambahkan instruksi: “Sebelum menjawab, tanyakan maksimal tiga hal yang paling penting jika konteks saya belum cukup.” Cara ini cocok ketika keputusan bergantung pada keadaan tertentu. Untuk pertanyaan sederhana, tidak perlu membuat prosesnya bertele-tele; cukup beri informasi yang relevan sejak awal.
Jika AI bertanya, jawab seperlunya. Hindari mengirim nomor identitas, kata sandi, informasi keuangan, atau detail pribadi yang tidak dibutuhkan. Anda bisa mengganti nama, alamat, nilai transaksi, atau informasi sensitif lain dengan label seperti “[nama disamarkan]”.
Minta Jawaban yang Tidak Asal Setuju
Ketidakpastian juga berkaitan dengan kecenderungan AI mengikuti arah pertanyaan. Jika Anda bertanya, “Ide saya pasti bagus, kan?”, model mungkin berfokus menyusun dukungan, bukan menilai idenya secara seimbang. Coba tulis: “Tinjau gagasan ini secara kritis. Sebutkan asumsi yang belum terbukti, alasan yang mendukung, alasan yang menentang, dan informasi yang dapat mengubah kesimpulan. Jangan berdebat hanya demi terlihat kritis.”
Permintaan tersebut berguna untuk mencari sudut pandang lain, tetapi bukan pengganti bukti. AI bisa saja menyusun kontra-argumen yang terdengar kuat namun bertumpu pada data yang salah. Gunakan hasilnya sebagai daftar pertanyaan untuk diperiksa, bukan sebagai keputusan final.
Contoh Memperbaiki Prompt yang Terlalu Umum
Misalnya, prompt awalnya hanya berbunyi, “Apakah aturan ini masih berlaku?” Tidak jelas aturan yang mana, berlaku di negara mana, atau tanggal yang dimaksud. AI mungkin memberikan jawaban lama tanpa menyadari bahwa Anda membutuhkan status terbaru.
Prompt yang lebih baik: “Saya membaca [nama atau nomor aturan] untuk keperluan [tujuan]. Tolong jelaskan ruang lingkupnya di Indonesia dan status yang dapat diverifikasi pada tanggal [tanggal]. Prioritaskan dokumen resmi dari lembaga penerbit. Jika dokumen yang tersedia belum cukup untuk memastikan status terkini, katakan apa yang belum dapat dipastikan dan jangan menebak.”
Perubahan pentingnya bukan karena prompt menjadi lebih panjang semata. Anda menambahkan objek yang jelas, wilayah, tanggal acuan, jenis sumber, dan cara menangani bukti yang kurang. Prinsip ini juga berlaku pada harga, ketersediaan fitur, jadwal layanan, dan informasi lain yang mudah berubah.
Apakah Prompt Bisa Menghentikan Halusinasi AI?
Tidak sepenuhnya. Model bahasa dapat menghasilkan definisi, tanggal, kutipan, atau referensi yang tidak akurat. OpenAI sendiri menjelaskan bahwa ChatGPT kadang terdengar yakin walaupun salah, dan menyarankan pengguna memeriksa informasi penting melalui sumber tepercaya. Instruksi “jangan menebak” dapat mengarahkan respons, tetapi tidak membuat sistem memiliki pengetahuan yang tidak dimilikinya.
Perlu dibedakan pula antara informasi yang tidak diketahui model dan informasi yang sebenarnya tersedia tetapi belum diberikan ke percakapan. Bila jawabannya membutuhkan kebijakan terbaru, misalnya, Anda bisa meminta AI mencari sumber resmi jika fitur pencarian tersedia. Jika pencarian tidak aktif, mintalah model menyebut keterbatasannya dan lakukan pencarian sendiri.
Jangan menilai kejujuran hanya dari kalimat “saya tidak tahu”. Jawaban yang menyatakan tidak tahu dapat terlalu berhati-hati, sedangkan jawaban yang menyertakan banyak catatan ketidakpastian belum tentu akurat. Ukur dengan pertanyaan yang lebih sederhana: adakah bukti yang bisa dibuka, apakah buktinya cocok, dan apakah ruang lingkupnya sama dengan pertanyaan?
Cara Memeriksa Jawaban Setelah Menggunakan Prompt
- Pisahkan klaimnya. Satu paragraf bisa memuat nama, tanggal, angka, dan kesimpulan. Periksa klaim penting satu per satu.
- Buka sumber primer. Untuk aturan, cari lembaga penerbit; untuk fitur aplikasi, cari dokumentasi penyedia; untuk penelitian, cari artikel ilmiah aslinya.
- Cocokkan konteks. Periksa negara, versi layanan, tanggal, kelompok pengguna, dan definisi yang dipakai.
- Periksa tautan dan kutipan. Pastikan halaman benar-benar ada dan mendukung bagian yang disebut, bukan sekadar memiliki judul yang mirip.
- Tahan keputusan berisiko. Untuk kesehatan, hukum, keselamatan, atau keuangan, minta bantuan profesional yang sesuai.
Jika sumbernya bertentangan, jangan meminta AI memilih yang paling meyakinkan tanpa alasan. Minta ia menunjukkan bagian yang berbeda, tanggal masing-masing sumber, dan otoritas penerbitnya. Setelah itu, buka dokumen sumber dan tentukan apakah perbedaan tersebut berasal dari versi, wilayah, atau definisi yang tidak sama.
Memakai Instruksi Berulang di ChatGPT
Jika Anda sering mengulang arahan yang sama, fitur Custom Instructions dapat menjadi tempat untuk menyimpan preferensi umum. Contohnya: “Jika saya meminta fakta terkini, beri tahu apakah pencarian web digunakan. Tandai ketidakpastian, jangan buat kutipan, dan berikan sumber yang dapat saya buka.” Fitur ini membantu mengurangi pengulangan, tetapi tetap merupakan preferensi yang memandu respons, bukan jaminan bahwa setiap jawaban akan benar.
Untuk tugas tertentu, instruksi di dalam prompt masih perlu disesuaikan. Permintaan membuat ide cerita tidak memerlukan standar sumber yang sama dengan pertanyaan mengenai peraturan. Simpan aturan umum yang berguna, lalu jelaskan kebutuhan khusus ketika konteksnya berbeda.
Jika aplikasi yang Anda gunakan memiliki pengaturan instruksi tersimpan, cek kembali apakah fitur itu aktif di akun dan ruang kerja yang sedang dipakai. Preferensi yang tersimpan juga bisa terlalu luas atau bertentangan dengan permintaan baru. Karena perilaku tiap layanan dapat berubah, baca dokumentasi terbaru dan jangan menganggap satu pengaturan berlaku identik di semua chatbot.
Cara Menilai Apakah Prompt Membantu
Jangan hanya menguji prompt pada satu pertanyaan. Coba gunakan pada beberapa contoh yang Anda sudah tahu jawabannya: satu pertanyaan dengan informasi lengkap, satu yang ambigu, dan satu yang membutuhkan sumber terbaru. Perhatikan apakah model meminta konteks ketika perlu, menandai bagian yang belum pasti, dan tidak membuat referensi yang tak bisa dibuka.
Pengujian sederhana ini bukan bukti bahwa model akan selalu merespons dengan cara yang sama. Namun, Anda dapat melihat apakah instruksi yang dibuat sudah cukup jelas. Jika jawaban justru terlalu sering menolak hal yang sebenarnya bisa dijawab, ubah arahan menjadi “jelaskan bagian yang belum pasti dan jawab bagian yang didukung bukti” alih-alih meminta AI menolak seluruh pertanyaan saat ada sedikit keraguan.
Hindari meminta AI memberi angka keyakinan seolah-olah skor itu telah dikalibrasi. Persentase seperti “saya 90 persen yakin” belum tentu berasal dari ukuran statistik yang dapat dibandingkan. Lebih berguna meminta alasan yang bisa diperiksa: sumber apa yang mendukung klaim, bagian mana yang tidak diketahui, dan data apa yang diperlukan untuk memastikan jawaban.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah ada prompt khusus agar ChatGPT tidak pernah mengarang?
Tidak ada prompt yang menjamin hasil bebas kesalahan. Instruksi agar menyatakan ketidakpastian dapat membantu mengarahkan respons, tetapi informasi penting tetap harus diperiksa pada sumber tepercaya.
Apakah cukup meminta ChatGPT mencantumkan sumber?
Belum. Buka setiap tautan, pastikan penerbitnya relevan, lalu cocokkan isi halaman dengan klaim. Referensi yang terlihat rapi bisa saja tidak mendukung jawaban atau bahkan tidak ada.
Bagaimana jika ChatGPT tetap menjawab dengan yakin?
Tanyakan bukti atau sumber yang mendukung klaim tertentu, bukan sekadar “apakah kamu yakin?”. Jika sumber tidak ditemukan atau tidak sesuai, jangan gunakan klaim itu sebelum mendapatkan konfirmasi dari sumber lain.
Apakah instruksi ini berlaku di semua aplikasi AI?
Prinsipnya dapat dipakai di banyak chatbot, tetapi nama fitur, akses pencarian, dan cara tiap layanan menangani instruksi berbeda. Periksa pengaturan serta dokumentasi layanan yang digunakan.
Kesimpulan
Prompt agar ChatGPT mengaku tidak tahu paling berguna ketika isinya meminta tindakan yang dapat diamati: tandai bagian yang belum pasti, pisahkan fakta dari perkiraan, jangan membuat sumber, dan jelaskan apa yang perlu diverifikasi. Beri konteks yang cukup dan minta AI bertanya balik jika informasi penting belum ada. Setelah mendapat jawaban, tetap buka sumber aslinya—terutama jika dampaknya menyangkut keputusan nyata.
Sumber Resmi
- OpenAI Help Center: Does ChatGPT tell the truth?
- OpenAI Help Center: Prompt engineering best practices for ChatGPT
- OpenAI Help Center: ChatGPT Custom Instructions
Baca juga: Cara Meminta AI Memeriksa Ulang Jawaban Sebelum Dikirim; Prompt Mengecek Rangkuman agar Sesuai Materi Asli.





